gaya mengajar tdk efektifPara Bunda dan Ayah tentunya memiliki cara masing-masing dalam mengasuh dan mendidik anak mereka. Tidak ada salahnya kita sebagai orang tua membuka wawasan kita mengenai gaya dan cara mendidik anak.  

Dengan memiliki pemikiran yang terbuka, niscaya kita akan mampu menentukan gaya mendidik anak yang terbaik untuk buah hati, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi masa depan mereka.

Nah, di bawah ini ada beberapa gaya mendidik anak yang secara emosional pada umumnya tidak efisien menurut Daniel Goleman :

– Sama sekali mengabaikan perasaan

Orang tua semacam ini memperlakukan masalah emosional anaknya sebagai hal kecil atau ganguan, sesuatu yang mereka tunggu-tunggu untuk dibentak. mereka gagal memanfaatkan momen emosional sebagai peluang untuk menjadi lebih dekat dengan anak, atau untuk menolong anak memperoleh pelajaran-pelajaran dalam keterampilan emosional.

– Terlalu membebaskan

Orangtua ini peka akan perasaan anak, tetapi berpendapat bahwa apapun yang dilakukan anak untuk menangani badai emosinya sendiri baik adanya. bahkan misalnyadengan cara memukul. Seperti orangtua yang mengabaikan perasaaan anaknya, orangtua jenis ini jarang berusaha memperlihatkan kepada anaknya respons-respons emosional alternatif. Mereka mencoba menenangkan semua kekecewaan dan, misalnya, akan menggunakan tawaran-menawarserta suap agar anak berhenti bersdih hati atau marah.

– Menghina

Dalam hal ini orang tua tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak. Orangtua semacam ini biasanya suka mencela, mengecam, dan menghukum keras anak mereka. Misalnya, mereka mencegah setiap ungkapn kemarahan anak dan menjadi kejam bila melihat tanda kemarahan palin kecil sekalipu. Mereka adalah orangtua yang akan berteriak marah pada anak yang mencoba menyampaikan alasannya “Jangan membantah”

– Memanfaatkan situasi kemarahan anak dengan bertindak mirip pelatih atau guru di bidang emosi

Mereka menanggapi perasaan anak dengan cukup serius untuk berupaya memahami apa sebenarnya yang membuat mereka marah (“apakah kamu marah karena sakit hati pada temanmu?”) dan menolong anak menemukan cara-cara positif untuk menenangkan perasaan (“Dari pada memukulnya, mengapa kamu tidak mencari mainan dan bermain sendiri saja sampai kamu ingin bermain dengan temanmu lagi?”)

Semoga wacana di atas dapat membuka wawasan para Bunda dan Ayah sehingga bisa memilih cara mendidik anak yang terbaik dan paling sesuai untuk buah hati Anda.

 
Sumber: www.pondokibu.com

Related posts:

Ingin terima update artikel baru melalui email?

Masukkan email, lalu klik tombol kirim.
Jangan lupa cek email untuk lakukan verifikasi

This entry was posted in Parenting and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *