takut2Anak perlu belajar untuk mengatasi rasa takutnya. Bila anak bisa mengenali sumber rasa takutnya dan bisa mengelola rasa takutnya anak akan terbebas dari sumber-sumber ketakutan tersebut sehingga jika suatu saat anak dihadapkan pada sumber rasa takut tersebut anak tidak akan merasa ketakutan lagi.

Untuk itu kita harus tahu dan mengenali sebab-sebab ketakutan anak. Diperlukan bantuan dari orangtua dan orang-orang yang ada di sekitar anak untuk mengenali sumber-sumber ketakutan anak.

Berikut ini ada beberapa sumber yang menyebabkan rasa takut pada anak yang dikutib dari buku Kak Seto yang berjudul “Membantu Anak Balita Mengelola Ketakutannya”

1. Pengalaman Langsung
Seorang anak yang pernah mengalami langsung suatu peristiwa yang membuatnya takut atau sakit bisa mengembangkan ketakutannya terhadap hal tersebut. Misalnya anak pernah tersengat lebah atau digigit anjing, dicakar kucing maka anak akan mengembangkan ketakutannya tersebut sehingga anak menjadi takut lebah, anjing atau kucing tersebut.
2. Cerita Yang Didengar
Misalnya saja seorang anak mendengar cerita dari seseorang tentang hantu atau monster yang suka memakan anak kecil diwaktu malam anak akan mengembangkan ketakutannya menjadi takut keluar dimalam hari atau takut tidur sendiri, takut sendirian di rumah dsb.
3. Menjadi Saksi Mata Suatu Kejadian
Bila anak menyaksikan suatu kejadian yang menakutkan di televisi ataupun secara langsung seperti melihat kecelakaan atau melihat film horor bisa membuat anak menjadi ketakutan dan terbayang-bayang akan kejadian tersebut.
4. Transfer Ketakutan dari Orang Terdekat
Ketakutan dan kekhawatiran terhadap sesuatu yang disampaikan secara berlebihan dari orang-orang terdekat anak bisa mengembangkan ketakutan anak terhadap sesuatu tersebut.
5. Peringai dan Pola Asuh Keluarga
Ikatan keluarga yang kurang dekat, atau pembawaan anak yang sensitive dan mudah terganggu akan membuat anak merasa tidak aman dan gelisah.

 
Sumber: www.pondokibu.com

Related posts:

Ingin terima update artikel baru melalui email?

Masukkan email, lalu klik tombol kirim.
Jangan lupa cek email untuk lakukan verifikasi

This entry was posted in Parenting and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *