nail bitingMasyarakat kebanyakan menganggap bahwa kebiasaan menggigit kuku hanya dilakukan oleh anak-anak berusia di atas 7 tahun. Tetapi tahukah Bunda bahwa ternyata kebiasaan menggigit kuku ini juga dapat dialami oleh balita Bunda. Bagaimana cara mengatasi kebiasaan tersebut? Mengapa si kecil melakukan kebiasaan tersebut?

Balita adalah pribadi yang selalu aktif, ingin tahu, pembelajar dan hmapir semua hal mereka miliki kecuali rasa bosan. Seringkali, Bunda sebagai orang tuanya seringkali dibuat bingung dan pusing dengan segala tingkah polahnya yang pada usianya tersebut sudah memiliki kemauan dan pendapat mereka sendiri. Jadi, jika si kecil terlihat mulai suka menggigit kukunya, mungkin Bunda merasa kewalahan dalam membantunya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Kebiasaan menggigit kuku merupakan salah satu jenis kebiasaan anak yang paling mengganggu orang tua baik jika kebiasaan itu dilakukan oleh balita, anak-anak bahkan remaja sekalipun.

Mengapa Mereka Menggigit Kuku?

Bagi mereka yang belum pernah berurusan dengan kebiasaan menggigit kuku akan sulit untuk dapat memahami mengapa si kecil melakukan hal tersebut. Ternyata, kebiasaan semacam ini dapat terjadi karena berbagai sebab misalnya karena si kecil merasa bosan, tertekan, gelisah, terjadi perubahan pada kebiasaan rutin sehari-harinyya, rasa ingin tahu atau bahkan karena memang merupakan kebiasaan mereka.

Jika si kecil mulai terlihat terbiasa menggigit kuku, sebaiknya Bunda berpikir tentnag apa saja yang perah ia alami belakangan ini. Apakah si kecil kini mulai masuk ke PAUD atau mulai bersekolah di Playgroup atau TK? Adakah hal-hal yang menyebabkan ia merasa tertekan di rumah misalnya kakak atau adiknya atau bahkan mungkin binatang peliharaannya seperti kucing, anjing, kelinci, hamster dan lain sebagainya. Bisa jadi kebiasaan menggigit kuku ini hanya berlangsung sesaat, artinya si kecil akan menggigit kukunya hanya ketika ia sedang ,menonton TV atau ketika sedang berkendara bersama Bunda atau ayah. Jika demikian, maka akan lebih mudah bagi Bunda untuk segera menemukan factor penyebabnya. Tetapi ada kalanya, kebiasaan ini terjadi karena alasan yang tidak jelasa. Kebiasaan lain yang mirip dengan kebiasaan menggigit kuku antara lain: memelintir rambut, mengupil (mengorek hidung), memakan rambut dan mengisap jempol.

Hentikan Kebiasaan Ini!

Jika si kecil tiba-tiba mulai melakukan kebiasaan menggigit kuku, tanggapan pertama yang Bunda perlihatkan mungkin adalah menegurnya. Masalahnya adalah kadang-kadang si kecil sendiri tidak pmengerti mengapa ia melakukannya. Dengan memarahi atau menghukum si kecil karena melakukan hal tersebut malah dapat membuatnya mengabaikan rasa tertekan yang dirasakannya yang sebenarnya merpakan sumber atau penyebab ia melakukan kebiasaan menggigit kuu tersebut.

Jika Bunda merasa bahwa menggigit kuku dapat menjadi cara mudah bagi si kecil untuk menghadapi tekanan tertentu dalam hidupnya atau jika Bunda membiarkannya melakukan kebiasaan tersebut selama beberapa waktu maka kebiasaan ini bukanlah merupakan kebiasaan yang berbahaya bagi si kecil. Pada akhirya si kecil akan berhenti dengan sendirinya, tetapi banyak orang tua yang tidak sabar dengan hanya menunggu hingga si kecil menghentikan sendiri kebiasaan tersebut.

Seorang pengajar tentang tumbuh kembang anak sekaligus pengarang buku “Becoming the Parent You Want to Be” mengatakan bahwa, “Tanggapan pertama kita sebagai orang tua terhadap sesuatu yang dilakukan anak yang membuat kita merasa kuatir adalah berusaha untuk menghentikan hal tersebut. Ia menambahkan bahwa “Namun, sebelum Bunda melakukan hal tersebut (berusaha menhentikan kebiasaan tersebut), peting bagi Bunda untuk berusaha mengatasi masalah yang melatrabelakangi si kecil melakukna kebiasaan tersebut, karena mungkin saja ada semacam tekanan yang dirasakan si kecil yang pelu untuk Bunda bereskan.”

Berurusan dengan balita yang memiliki kebiasaan menggigit kuku akan lebih dulit karena mereka belum bisa mengungkapkan perasaaan mereka seperti anak-anak yang usianya lebih besar dari mereka. Balita mungkin belum memiliki kemampuan verbal untuk mengungkapkan adanya semacam tekanan yang mereka rasakant may be more difficult to deal with toddlers who develop a nail-biting habit, simply because they are not as able to talk their feelings out as an older child would be. Toddlers may not yet have the verbal ability to express any stress they may be feeling, although as a parent, you may recognize that stress right away.

Bagamana Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku?

Jika kebiasaan menggigit kuku ini sudah membuat si kecil tidak mau makan atau bermain, atau jika ia terus menerus melakukannya sehingga sebagian besar waktunya diisi dengan menggigit kuku, ada beberapa hal yang dapat dapat Bunda lakukan untuk membantunya berhenti melakukan kebiasaan tersebut. Hal ini akan sangat membantu terutama jika si kecil memang ingin menghentikan kebiasaan tersebut, tapi sangat sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa anak sekecil itu memiliki keinginan kuat untuk berhenti.

Beberapa Cara Untuk Membantu Balita Berhenti dari Kebiasaan Menggigit Kuku

  • Berikan Peringatan Secara Halus

Ketika Bunda melihat si kecil menggigiti kukunya, sentuhkan tangan Bunda ke tangannya secara lembut untuk mengingatkan si kecil agar tidak melanjutkan kebiasaannya. Bunda juga dapat menciptakan sendiri kata-kata atau kode-kode tertentu sebagai cara komunikasi Bunda dengan si kecil tentang hal tersebut sehingga si kecil tidak merasa malu. Jika Bunda terlalu menyoroti hal tersebut dengan memberinya peringatan tegas misalnya, maka hal ini malah akan memperburuk keadaan.

  • Berikan Sesuatu Untuk Dipegang

Banyak orang dewasa yang memiliki kebiasaan menggigit kuku mendapati bahwa memegang barang-barang tertentu dapat membantu mereka menghentikan kebiasaan tersebut. Bunda dapat memberikan barang-barang seperti bola kecil, paper clip, karet gelang, plastisin atau mainan-mainan kecil lainnya.

  • Pastikan Si Kecil Memiliki Kuku yang Indah

Mengecat kuku si kecil dengan warna-warna kesukaan mereka ternyata dapat membantunya untuk tidak lagi melakukan kebiasaan tersebut.

  • Tutupi Kuku Si Kecil

Bunda dapat menutup semua kuku jari si kecil dengan plester bergambar lucu yang disukai si kecil. Hal ini akan menyulitkannya untuk mulai melakukan kebiasaan menggigit kukunya.

Kapan Bunda Harus Merasa Kuatir?

Pada dasarnya, kebiasaan menggigit kuku tidak berhubungan dengan masalah kesehatan, hanya merupakan masalah estetika saja. Namun ada beberapa kondisi di mana Bunda harus segera bertindak terutama jika si kecil mulai menggigit kukunya secara berlebihan hingga jari-jarinya mulai berdarah. Hal ini perlu untuk diwaspadai karena dapat menimbulkan infeksi yang dapat mengarah kepada masalah yang lebih serius. Perhatikan juga kebiasaan-kebiasaan berikut: menarik bulu mata, menggaruk-garuk kulitnya atau mengorek koreng. Hal-hal tersebut dapat merupakan tanda dari adanya masalah kegelidahan yang serius pada si kecil dan Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk masalah tersebut.

Oleh: Sherri Kuhn-www.sheknows.com

Related posts:

Ingin terima update artikel baru melalui email?

Masukkan email, lalu klik tombol kirim.
Jangan lupa cek email untuk lakukan verifikasi

This entry was posted in Parenting and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *