Vitamin DKita semua tahu bahwa vitamin D sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Pertanyaannya, apakah si kecil Bunda sudah mendapatkan asupan vitamin D yang cukup?

Mengapa Si Kecil Membutuhkan vitamin D?

Seorang dokter anak dari Kentucky, Amerika Serikat, Dr. Angela Houchin, mengatakan bahwa vitamin D sangat penting bagi pertumbuhan tulang si kecil karena kalsium tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh tanpa adanya vitamin D tersebut.

Bagaimana Caranya Agar Si Kecil Mendapat Cukup Asupan vitamin D?

Menurut Dr. Natalie Muth, seorang dokter anak untuk American Academy of Pediatrics (Akademi Dokter Anak Amerika) di California; sedikit paparan sinar matahari pagi yaitu kurang lebih 10 hingga 15 menit selama beberapa kali per minggu dapat menghasilkan vitamin D dalam jumlah yang cukup. Beliau menambahkan bahwa “Sinar UVB merangsang kulit untuk menghasilkan nutrisi-nutrisi penting, diantaranya adalah vitamin D.

Namun, perlu kita waspadai juga bahwa sinar matahari dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan terutama kanker kulit. Oleh karena itu, kami sarankan agar semua anak dilindungi dari terkena sinar matahari langsung dengan mengenakan lotion anti matahar (sunscreen) serta hindari keluar rumah (agar tidak terkena sinar matahari) mulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, yaitu ketika sinar matahari sedang panas-panasnya” Beliau menyatakan bahwa pelindung matahari sebenarnya menghalangi kemampuan tubuh manusia dalam menghasilkan vitamin D, jadi jika si kecil terpapar sinar matahari dalam keadaan menggunakan lotion anti matahari maka proses pembentukan vitamin D oleh tubuh tidak berlaku.

Seorang dokter anak yang lain bernama Dr. Sara Lappe, yang berdinas di Cleveland Clinic Children’s mengatakan bahwa matahari bukan merupakan cara satu-satunya bagi si kecil untuk mendapatkan vitamin D yang mereka butuhkan. Hal ini dilandasi oleh keadaan dimana di wilayah-wilayah tertentu sinar matahari bersinar dengan redup sehingga tidak cukup mampu untuk menyediakan cukup vitamin D. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa para peselancara di Hawaii yang terpapar sinar matahari secara melimpah ternyata memiliki tingkat vitamin D yang rendah.

Menurut beliau, cara terbaik untuk memastikan bahwa si kecil memperoleh cukup asupan vitamin D adalah dengan memberinya makanan bergizi yang banyak mengandung vitamin tersebut termasuk susu, yoghurt dan ikan misalnya salmon. Jika Bunda masih merasa bahwa asupan si kecil masih kurang, kini terdapat banyak supelemen vitamin D She notes that a better way to ensure your kids are getting an adequate intake of vitamin D yang tersedia di pasaran baik yang berupa sirup, tablet maupun tablet kunyah. Pastikan bahwa Bunda konsultasi dengan dokter dulu ya sebelum memutuskan untuk memberikan si kecil supelemen ini.

Pengaruh Kekurangan vitamin D Pada Anak

Jika si kecil kekurangan vitamin D, maka ia dapat mengalami kelainan pada pertumbuhan tulangnya yang dikenal dengan nama penyakit rakitis. Kini di Amerika, American Academy of Pediatrics menyarankan agar semua bayi yang baru lahir harus diberi tambahan vitamin D. Walaupun berdasarkan tes darah untuk mendeteksi kekurangan vitamin D pada anak tidak diwajibkan bagi semua anak, beberapa dokter anak di Amerikan tetap melakukan skrining kekurangan vitamin D terhadap pasien mereka yang sehat dan hanya melakukan check up karena dewasa ini kekurangan vitamin D makin sering dijumapi terutama pad anak-anak”

Akibat lain dari kekurangan vitamin D selain rakitis adalah kaki yang bengkok baik yang menyerupai huruf O maupun huruf X serta tulang mudah patah. Kekurangan vitamin umumnya mulai dapat dilihat pada 2 tahun pertama kehidupan si kecil. Bayi yang mendapatkan ASI tetapi tidak mendapatkan suplemen vitamin D merupakan mereka yang rentan penyakit ini karena ASI tidak mengandung cukup vitamin D tersebut jika dibandingkan dengan susu formula yang diperkaya dengan banyak nutrisi termasuk vitamin D.

Selain berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik si kecil, kekurangan vitamin D juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan mentalnya. Menurut Dr. Timothy Houchin, yang meruakan pendiri 360 Mental Health Services “Kekurangan vitamin D erat kaitannya dengan masalah depresi baik pada anak-anak, remaja dan orang dewasa.deficiency. Saya seringkali menyarakan agar ahli jiwa anak bekerja sama dengan dokter anak untuk menentukan apakah seorang anak perlu untuk mendapatkan suplemen vitamin D – baik yang dapat diperoleh di pasaran maupun hanya dengan resep dkter – pada pasien mereka sesuai dengan kondisi, jangka waktu serta jumlah yang dibutuhkan. Pemberian suplemen vitamin D pada anak-anak yang depresi secara klinis bukan merupakan pengganti psikoterapi yang harus dijalaninya, obat-obatan yang harus diminumnya maupun perawatan lain yang seharusnya ia terima”

Jika Bunda merasa kuatir dengan asupan vitamin D si kecil, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter, jika perlu dapat dilakukan skrining tes darah untuk mengetahui ada tidaknya kekurangan vitamin D pada si kecil Bunda.

 

Oleh: Molly Cerreta Smith – www.sheknows.coms

Related posts:

Ingin terima update artikel baru melalui email?

Masukkan email, lalu klik tombol kirim.
Jangan lupa cek email untuk lakukan verifikasi

This entry was posted in Tumbuh Kembang Bayi & Balita and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *