tumbuh kembang anak2Periode baru lahir dan anak balita merupakan masa-masa yang penting dalam penentuan kualitas hidup anak di kemudian hari. Oleh karena itu kualitas anak sangat tergantung pada prosestumbuh kembang yang akan dilaluinya.

Anak merupakan buah hati yang sangat didambakan oleh suatu pasangan dan berkah yang tidak ternilai dari kehidupan keluarga tersebut. Anak yang diharapkan sebagai penerus keluarga merupakan anak yang normal yang nantinya diharapkan menghasilkan generasi-generasi penerus yang berkualitas.

Untuk itu sangat penting bagi kita selaku orang tua untuk memantau tumbuh kembang bayi dan anak sedini mungkin karena perkembangannya pada masa itu akan menjadi landasan bagi perkembangan pada tahap berikutnya. Penting untuk diketahui, bahwa periode terbaik (golden periode) untuk memantau tumbuh kembang anak dimulai sejak lahir secara berkesinambungan hingga usia 3 tahun.

Penilaian tidak hanya pertumbuhan fisik anak seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, namun juga mencakup kemampuan (perkembangan)yang telah dicapai si anak seiring dengan pertumbuhan usianya, yaitu melalui pencapaian kemampuan motorik kasar, motorik halus, personal social, wicara dan kognitif. Orang tua harus mengetahui tonggak pertumbuhan dan perkembangan si anak, apakah sudah sesuai dengan usianya saat penilaian. Namun sayangnya, tidak semua orangtua memiliki pengetahuan atau latar belakang pendidikan yang cukup baik, sehingga banyak kasus tumbuh kembang anak terlambat dideteksi.

Usia emas 0-3 Tahun
Golden period pada bayi dan anak adalah sepanjang usia 0 – 3 tahun. Pada masa ini pertambahan volume otak dan sinaps saraf berkembang sangat pesat. Selain itu, kemampuan untuk menggantikan fungsi sel saraf yang rusak juga lebih baik pada usia tersebut. Selama ini orang tua lebih terpaku pada nutrisi yang memang memainkan peranan penting dalam proses tumbuh kembang, karena kekurangan gizi akan menyebabkan kerusakan otak permanen pada anak.

Selain nutrisi, stimulasi juga memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kurangnya stimulasi pada anak menyebabkan gangguan fungsi otak. Stimulasi sangat diperlukan agar sinaps saraf dapat tetap berkembang. Sinaps akan menghilang spontan bila kurang stimulasi. Baik nutrisi maupun stimulasi memiliki peranan penting masing-masing, dan diharapkan orang tua memperhatikannya secara seimbang.

Faktor resiko masalah tumbuh kembang
Beberapa faktor resiko dikenali berpotensi menimbulkan gangguan proses tumbuh kembang pada anak, sehingga dibutuhkan edukasi penanganan dini bagi orang tua sedini mungkin. Antara lain seperti bayi premature dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, bayi dengan infeksi bawaaan (toksoplasmosis,rubella, sitomegalovirus, dll). Bayi dengan berat badan lebih rendah (kurang dari 1.500 gram), dan bayi dengan gangguan kesehatan masa perinatal (sindrom gawat napas, hiperbilirubinemia, kejang dan radang otak).

Sedangkan resiko pada bayi dan anak yang memiliki gangguan tumbuh kembang, diantaranya : bayi dengan keterlambatan perkembangan motorik (belum bisa duduk, belum bisa berdiri), bayi dengan kelainan bawaan (down syndrome, spina bifda),anak dengan kesulitan belajar, anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, serta anak dengan keterlambatan kemampuan bicara, gangguan pendengaran, dan gangguan penglihatan.

Dengan mengetahui faktor resiko, kita dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya suatu gangguan. Pada anak-anak yang tidak memiliki faktor resiko sekalipun, skrining tumbuh kembang perlu dilakukan agar keterlambatan perkembangannya tidak luput.

Diagnosis dan assessment yang lengkap harus dilakukan pada anak yang tidak lulus skrining. Skrining tumbuh kembang dapat dilakukan oleh orang tua dengan menggunakan Ages Qustionnaire (ASQ) dan Denver Prescreening Questionnaire (PEDS). Di kalangan medis skrining biasanya menggunakan Denver II. Bailey infant Neuredevelopment Screener dan Millestone . Pada dasarnya , alat skrining cukup baik bila skrining dilakukan dengan akurat.

 
Sumber: www.duniabunda.com

Related posts:

Ingin terima update artikel baru melalui email?

Masukkan email, lalu klik tombol kirim.
Jangan lupa cek email untuk lakukan verifikasi

This entry was posted in Tumbuh Kembang Bayi & Balita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *